Kalau dipikir lebih jauh, rasanya selama ini pengenyam pendidikan di Indonesia selalu dijejali dengan perihal soal Belanda dan masa penjajahannya di Indonesia di pelajaran Sejarah, IPS, dan apalagi PKn. Tanpa disadari semua hal yang dilakukan dengan sadar itu menjadi suatu beban sejarah yang ditanggung oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Seringkali--malah barangkali selalu--hal pertama yang muncul di kepala kita jika mendengar kata Belanda atau Jepang adalah ya itu, penjajah. Atau sebaliknya. Hal pertama yang kita asosiasikan dengan kata penjajah adalah Belanda atau Jepang.
Kita bangsa Indonesia, dulu berhasil menggilas tuntas mimpi bangsa Belanda yang pernah memiliki plot seperti bangsa Inggris yang sudah membantai habis suku Indian dan Aborigin. Dulu berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dulu berhasil mengguyur gersangnya masa penjajahan yang berlangsung selama 3,5 abad itu.
Kita bisa lihat dari hal ini bahwa masyarakat Indonesia, baik yg sekarang maupun lebih lagi yg terdahulu, punya imej khusus yang otomatis muncul soal Belanda, atau negara-negara mantan penjajah lainnya. Ketika mendengar kata Belanda, yang muncul adalah "Oh, penjajah." Dan ini juga berlaku sebaliknya.
Berawal dari pengalaman pribadi, muncullah sebuah filosofi yang lantas menyergap pikiran saya. Bagi kita, Belanda erat kaitannya dengan penjajah. Tetapi pernahkah bangsa Belanda yang sekarang itu sendiri mengait-ngaitkan bangsa kita dengan "bekas jajahan?"
Di sekolah-sekolah pun, pelajar di sana hanya diajari bahwasanya bangsa Belanda pernah ke Indonesia untuk melaksanakan perdagangan. Di sejarah Golden Age-nya Belanda, dikatakan bahwa berdirinya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) adalah masa dimana zaman emas Belanda di mulai, namun hanya disebutkan bahwa hubungan dengan Indonesia pada masa itu hanyalah sebatas hubungan perdagangan belaka. Perdagangan budak atau slave trade disebutkan di bagian sejarah yang lain, yakni kekuasaan WIC (West Indische Compagnie) di wilayah Amerika Latin. Begitu VOC lumpuh, berakhirlah masa kejayaan Belanda, meski sepahnya ialah mereka meninggalkan kejamnya korupsi yang sekarang tak jarang terjadi di negeri ini.
Mengapa harus kita yang menanggung beban ini?
Bangsa Indonesia berhasil memenangkan yang namanya kemerdekaan dan mendapatkan wilayah yang sedemikian luasnya dibandingkan dengan Belanda. Tetapi mengapa beban itu harus kita yang menanggung? Padahal tidak banyak orang Belanda yang bahkan masih peduli dengan hal ini. Mengapa kita tidak bisa membiarkan itu dikenang sebagai sejarah dan mulai berpikir ke depan? Mengapa mereka yang kita kalahkan bisa maju dan bangsanya berkualitas, sementara kita hanya bisa terus-menerus menjadi bayangan?(AYA)
Sabtu, 23 Juli 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Selamat Datang di Blog KIR SMPN 115
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat datang di Blog KIR SMPN 115 ini!
Silahkan melihat-lihat, dan apabila ingin mengirim kritik, saran, atau kontak dengan anggota KIR dan sebagainya, langsung komentar saja di chatbox atau kirim via e-mail ke:
kirsmpn115@gmail.com
Selamat datang di Blog KIR SMPN 115 ini!
Silahkan melihat-lihat, dan apabila ingin mengirim kritik, saran, atau kontak dengan anggota KIR dan sebagainya, langsung komentar saja di chatbox atau kirim via e-mail ke:
kirsmpn115@gmail.com
Bisa juga join grup KIR SMPN 115 di facebook.
Demikian, dan selamat menikmati!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Demikian, dan selamat menikmati!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Pembina dan PIKIR (Pengurus Inti Kir) thn. 2011
Seiring dengan pergantian tahun ajaran, struktur organisasi KIR kembali diperbaharui.
Susunannya adalah sebagai berikut:
Pembina:
Wakil Ketua:
Ekky Natanael Raja
Mudah-mudahan eskul KIR ini sekali lagi dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan prestasi yang membanggakan serta bermanfaat bagi orang banyak, amiin.
Susunannya adalah sebagai berikut:
Pembina:
1. Pak Sugeng Tamtama
Ketua:
Kresna Satya PrameswaraWakil Ketua:
Nanda Girindratama
Sekretaris 1:
Garda Prima Yudha
Sekretaris 2:
Marsha Elfiandri Miloen
Bendahara 1:
Adhitia Rangga Ramadhani
Bendahara 2:
Joshia Reiner
Humas:
Akmal Hugo PrasetyoEkky Natanael Raja
Mudah-mudahan eskul KIR ini sekali lagi dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan prestasi yang membanggakan serta bermanfaat bagi orang banyak, amiin.
Today
Article of the Day
Article of the Day
provided by The Free Dictionary
This Day in History
This Day in History
provided by The Free Dictionary
Today's Birthday
Today's Birthday
provided by The Free Dictionary
In the News
In the News
provided by The Free Dictionary
Quote of the Day
|
A secret is seldom safe in more than one breast.
Jonathan Swift (1667-1745) |
Quote of the Day
provided by The Free Library

0 komentar:
Poskan Komentar